Senin, 12 Agustus 2013

Opini Kede Kopi "Sarjana dan Permasalahan Klasik"

Yap aku disini dengan titel Sarjana Teknik. Aku telah menanti hampir 6 tahun demi sebuah tambahan nama belakang ST. namun aku tidak sendiri, dibelakng aku masih banyak sarjana – sarjana yang akan di kukuhkan statusnya sebagai seorang sarjana. Setiap tahun Indonesia menghasilkan berjuta – juta sarjana namun tidak setiap tahun juga Indonesia menghasilkan lapangan pekerjaan yang layak buat para sarjana. Indonesia menganut prinsfif sarjana adalah mesin yang akan dipekerjakan bukan mesin pencipta lapangan pekerjaan. Termasuk aku yang memang berprinsif bahwa jika sarjana langkah yang harus diambil adalah finding a job.

Pada kenyataanya seorang sarjana diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri demi menampung sebagian orang yang “kurang beruntung” dalam mengenyam pendidikan. Sarjana sejati ialah sarjana yang menciptkan lapangan pekerjaan bukan mencari lapangan pekerjaan. Tapi semua sulit diwujudkan jika melihat mindset yang telah terpatri lama dipikiran sarjana indonesia, meskipun pada dasarnya mindset tersebut dipatri oleh para orang tua. Yap, orang tua menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang tertinggi pendidikan dengan harapan anaknya mampu memperoleh pekerjaan dengan nilai prestisius yang tinggi. Para orang tua lebih senang melihat anaknya bekerja banting tulang dengan gaji seadanya diperusaahaan – perusahaan BUMN atau perusahaan bonafit bertaraf internasional yang saban hari ngomong inggris tanpa pernah tau kenapa pisau cukur disebut pisau inggris (oke aku tau ini gak nyambung. #lupakan) daripada melihat anaknya duduk santai baca koran sambil melihat para pekerja melayani tamu rumah makan milik sendiri. Yahhh begitulah hidup diindonesia, bonafit dianggap fit meskipun tiap hari dijepit.

Sebenarnya aku panjang lebar menulis opini diatas, ternyata aku juga sedang berada dibawah tekanan bekerja dikantor orang. Kalo kata orang perancis “akeh cocotte, ora eneng hasil ne” (google traslate lagi error, jadi gak bisa aku artikan. Artikan sendiri aja)


“kalo mau bersenang – senang pergilah ke taman”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar