Jumat, 20 September 2013

IA-2





Membaca artikel http://smu7medan.com/pampkin-ipa-4-keren-imut-dan-pinter/ mengelitik aku untuk menulis dengan tema yang sama.

Kelas XII-IA 2 tamatan 2007.  Aku menjulukinya kelas penuh cinta. ada banyak cinta dikelas ini. Ya, cinta teman sekelas, ato bahasa kerennya cinlok. Banyak sekali cinlok terjadi disini. Desi dan Sefi memperebutkan cinta edu, frida tergila – gila dengan dharma, panji merapatkan kapal hatinya di pelabuhan cinta dina, rahim yang terpesona dengan hidung yun serta citra yang fasih melafalkan nama reza disela waktu luangnya (pada dasarnya mereka bukan anak XII-IA 2, namun mereka adalah siswa kehormatan kelas kami). Diluar cinlok, siswa IA-2 juga gemar menebar benih dikelas lain, lain itu pula banyak juga yang mencari benih dikelas kami semisal edu yang namanya tidak asing lagi bagi para wanita dikelas lain karena ketampanan dan dompetnya, roi yang gigih mencari tambatan hati ke beberapa kelas tetangga dan kelas adik letting, iskandar yang sempat diluluh lantahkan hatinya oleh anak IS-2 kemudian mencoba peruntungan dengan adik kelas meskipun hanya seumur jagung hubungan mereka. Sebenarnya masih banyak lagi kisah cinta yang terjadi namun hanya sebatas itu yang mampu ku ingat.
Kelas ini juga punya geng cewek . Mereka menyebut diri mereka geng PTHN. Geng yang terdiri dari desi, frida, yun, sefi, citra, fina (mungkin), dan aku lupa siapa lagi. Geng ini terbentuk karena keresahan mereka akan cinta dikehidupan mereka. Merasa senasib mereka pun sepakat membentuk geng. Meskipun pada akhirnya geng ini harus bubar karena masalah internal yang gak mungkin aku jelaskan.
Tidak hanya cinta yang menyelimuti kelas kami. Perseteruan juga tidak luput dari kelas ini. Yang paling fresh aku ingat ada perseteruan kostum perpisahan. Dua blok terpecah. Blok jacket dengan blok blazzer. Sempat terjadi ketegangan antara dua kubu ini. Saling mempertahankan argumen masing – masing terjadi hingga melupakan kekompakan yang telah terbangun selama hampir 3 tahun. Meskipun pada akhirnya kubu jacket harus rela mengalah kurangnya suara.
Tanggal 12 september adalah hari bersejarah untuk kami. Kekompakan yang telah lama terbangun kami pertontonkan di tanggal itu. aku lupa sebab apa hingga kami kompak gak masuk sekolah dan memilih berkumpul diwarung mie banjir (sejenis mie indomie yang disiram dengan kuah sop) depan SMP 37. Namun yang jelas aku ingat itu adalah bentuk protes kami atas kebijakan wali kelas kami yang aku pun tak mau menyebutkan namanya.
Anyway aku juga  teringat akan 2 teman aku, sri ayu dan ervina yang telah tenang di alam sana. Mereka adalah bagian dari keluarga XII-IA 2.

Segini dulu kali ya tulisan aku, udah diburu ama kerjaan. Yuk dadah bye bye