Oke aku kembali, dengan tercabik - cabik dan compang camping. Gak pernah tau gimana mau memulai menulis. Referensi yang sering aku baca tak ada lagi, semua karena pekerjaan buruh pabrik yang menyita.
Klise memang alasan kerjaan, tapi ya mau gimana lagi. Thats the reason why aku gak pernah menjamahi blog ini lagi. Aku juga lupa kapan terakhir kali aku menulis di blog yang gak jelas ini.
anyway tau gak, aku dah naek jabatan loh di pabrik yang gak penting (tapi aku mencari makan dari situ juga sih). Namun seperti yang awal aku katakan, bahwa pabrik ini adalah pabrik yang gak penting dan paling garing, so jabatan aku pun garing. Oke lah jabatannya naik gaji nae jugak. Lah ini gaji kagak naek malah tanggung jawab yang naek, kan anjeng namanya. oke sorry aku gunakan kata2 yang gak sepantasnya. tapi mau gimana lagi, thats factory is so anjing, i repeted so anjing. Ahh seandainya saja hutang itu tak melilit pinggangku mungkin aku dah dari kapan kemaren dech cabut dari pabrik garing itu. Namanya aja yang makmur, iya pabrik mah makmur tapi tenaga pekerja di peras.
Ketika ketidak adilan, katanya bisa di "curhatin" ke SPSI (semacam organisasi pelindung buruh gitu dech) trus ditindak lanjuti. Namun pada prakteknya anggota SPSI keburu disumpal mulutnya oleh management dengan segala kemudahan, hingga ketika ada keluhan, maka keluhan bisa diredam dengan beribu alasan klasik namum yang entah mengapa thats reason 100% work. So that why masalah itu seperti ilang ditelan bumi, sama seperti sinyal internet provider 3 yang hilang jika udah dibawa kegunung Seulawah. No Solution yang membuat senyum pekerja merekah sama seperti sinyal provider telkomsel di kota besar.
Memang mah yang bener itu, bikin usaha sendiri. Meski usaha kecil, kalo kata alm om bob sadino kita bosnya, kita yang atur semuanya.
beginilah curhatan gak penting di blog gak penting oleh orang yang gak penting juga
quote of the day
"ingatlah Allah SWT gak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya"