Rabu, 14 Agustus 2013

CERPENBUNGKUS (cerita pendek bersambung sukasuka) "Dan sang guru pun murka"



Mungkin sebagian dari kita memiliki masalah dengan yang namanya menyelesaikan tugas akhir. Banyak cara yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan dalam pengerjaan tugas akhir. Mulai dari rajin – rajin cari referensi di perpus ataupun internet, curhat eksklusif dengan dosen atau yang paling sering adalah bertanya dan meminta bantuan teman angkatan. Yang terakhir adalah langkah yang paling sering dilakukan, bahkan sang teman sendiri secara tidak langsung telah terkukuhkan dirinya menjadi pembimbing “ekstra” tugas akhir. Sang teman pun biasanya gak keberatan membantu sebab hal seperti itu sudah lumrah terjadi dan tentunya disamping itu pula ada bayaran yang sedikit menguntungkan untuk perut. Walaupun hanya sekedar traktiran bakso dikantin. Namun hubungan mutualisme itu bisa terganggu apabila salah satu dari mereka melakukan sebuah kesalahn. Dan biasanya sih yang melakukan kesalahn si peminta bantuan. Kisah berikut adalah salah satu contoh rusaknya hubungan mutualisme ini

Dikisahkan mahasiswa tingkat akhir dengan IPK harap – harap cemas tengah mengahadapi yang namanya tugas akhir. Sebut saja nama mahasiswa ini umay. Anak pertama dari 3 bersaudara dihadapkan dengan tuntutan  menyelesaikan studinya segera jika tidak pacar tersayangnya akan “hinggap” dipangkuan lelaki lain yang lebih mapan. Tuntutan itu langsung dititahkan oleh ayah pacarnya melalui perantara anaknya yang tidak lain adalah pacarnya (agak ribet ya bahasanya). Mendengar tuntutan tersebut umay pun dengan semangat 45 menerima tawaran judul tugas akhir (selanjutnya di sebut TA, biar kagak capek nulisnya) dari dosennya. Walaupun dengan resiko keluar dengan IPK pas – pasan makan, umay tak gentar dan mengindahkan segala macam resiko demi sang pacar tercinta.

Sesuatu yang yang diputuskan tanpa rencana dapat menghasilkan bencana. Dan sekarang umay sedang menghadapinya. Bencana dalam hidupnya. Judul TA-nya mendatangkan bencana dikarenakan umay gak mengerti sama sekali dengan judul tersebut. Umay gak mengerti bagaimana mengidentifikasi sebuah naskah kuno yang sulit terbaca dengan program MATLAB kemudian diimplementasikan kedalam bahasa Java. That’s make his head blow like explosure mount.

Umay bukan tipe pejuang yang pantang menyerah. Motto hidup umay yang diambil dari sountrack film kungfu panda “every body is kung fu fighting” selalu menguatkannya. Otak umay terus berputar menemukan cara mengatasi masalah TA dalam hidupnya. Ketika awan gelap menutupi pikiran umay, secercah cahaya muncul dibalik awan hitam. Dosen pembimbing yang sering disebut doping memberikan arahan untuk bertanya kepada teman – teman seangkatan umay yang telah lebih dulu bersenggama dengan judul TA seperti umay. muncullah nama – nama yang begitu familiar ditelinga umay yaitu midun, dudus dan dayat. Ketika nama tersebut merupakan rekomendasi dari doping umay, bahkan doping umay langsung menitahkan kepada ketiga orang tersebut untuk membantu umay. alangkah senang hati umay hari itu, begitu tau bahwa ketiga nama tersebut adalah teman angkatan sekaligus teman dekat umay sendiri.Dan  ketiga orang yang menerima titah langsung itu pun menyanggupi titah tersebut tanpa tau kejadian buruk apa yang bakal terjadi

*****

            “lah ini abstrack yang tadi kita buat mana, koq dah gak ada” dudus bertanya dengan ekpresi heran seperti herannya melihat eyang subur yang masih subur meski sudah uzur
            “tadi umay, close trus waktu ada bacaan yes atau no. umay klik no” umay menjawab tanpa rasa penyesalan


*****

Previous day

Ting, tong, ting, tong nada SMS ponsel dudus . Dudus terbangun dari tidurnya lalu melihat siapa yang SMS. Terlihat dilayar smartphone hasil warisan ibunda tercinta dudus, nama umay.
            “what the f**k. umay SMS lagi” dudus berguman dalam hati
Hampir seminggu dudus dan umay selalu bersama demi bersenggama dengan TA umay. pagi siang malam mereka bersama bahu membahu mengerjakan TA umay. pada dasarnya bukan bahu membahu melainkan dudus membabu. Karena hampir semua isi TA umay, dudus yang mengerjakan. Umay hanya mengikuti arahan untuk menulis isi TA kemudian konsultasi dengan doping, jika ada revisi dari doping, umay mendatangi dudus kemudian dudus memeras otak mengerjakan revisi yang diberikan. Dan umay hanya menunggu instruksi dari dudus. Awalnya dudus tak pernah sebabu ini. Dudus memberikan arahan dan gambaran kepada umay untuk kemudian arahan dan gambaran tersebut diharapkan mampu dicerna oleh umay untuk dituangkan kedalam sebuah tulisan yang ilmiah. Namun apa mau dikata, dari awal umay memang gak mengerti dengan isi TA-nya. Umay hanya mengejar satu tujuan “Sarjana”. Berulang kali umay bertanya dan bertanya. Bahkan pertanyaan yang sama sering diajukan. Kesabaran dudus pun habis kemudian tanpa tedeng aling-aling dudus mengerjakan apa yang menjadi masalah umay sendiri.
            “dudus lagi dimana” begitu isi SMS umay
            “lagi dirumah” singkat dan jelas balasan dari dudus
            “kita ketemu di kafe deket kampus jam 8 ya”
            “OK”

Sekilas terlihat seperti dua sejoli yang janjian kencan. Maklumlah seminggu selalu bersama tanpa sadar chemistri itu mulai terbangun. Ya walupun terkadang kesabaran dudus sering di uji. Dan kali ini kesabaran daus amat sangat diuji

Bersambungg....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar