Mungkin sebagian dari kita
memiliki masalah dengan yang namanya menyelesaikan tugas akhir. Banyak cara yang
dilakukan untuk mengatasi kesulitan dalam pengerjaan tugas akhir. Mulai dari
rajin – rajin cari referensi di perpus ataupun internet, curhat eksklusif
dengan dosen atau yang paling sering adalah bertanya dan meminta bantuan teman
angkatan. Yang terakhir adalah langkah yang paling sering dilakukan, bahkan
sang teman sendiri secara tidak langsung telah terkukuhkan dirinya menjadi
pembimbing “ekstra” tugas akhir. Sang teman pun biasanya gak keberatan membantu
sebab hal seperti itu sudah lumrah terjadi dan tentunya disamping itu pula ada
bayaran yang sedikit menguntungkan untuk perut. Walaupun hanya sekedar
traktiran bakso dikantin. Namun hubungan mutualisme itu bisa terganggu apabila
salah satu dari mereka melakukan sebuah kesalahn. Dan biasanya sih yang
melakukan kesalahn si peminta bantuan. Kisah berikut adalah salah satu contoh
rusaknya hubungan mutualisme ini
Dikisahkan mahasiswa tingkat
akhir dengan IPK harap – harap cemas tengah mengahadapi yang namanya tugas
akhir. Sebut saja nama mahasiswa ini umay. Anak pertama dari 3 bersaudara dihadapkan
dengan tuntutan menyelesaikan studinya segera
jika tidak pacar tersayangnya akan “hinggap” dipangkuan lelaki lain yang lebih
mapan. Tuntutan itu langsung dititahkan oleh ayah pacarnya melalui perantara
anaknya yang tidak lain adalah pacarnya (agak ribet ya bahasanya). Mendengar tuntutan
tersebut umay pun dengan semangat 45 menerima tawaran judul tugas akhir
(selanjutnya di sebut TA, biar kagak capek nulisnya) dari dosennya. Walaupun
dengan resiko keluar dengan IPK pas – pasan makan, umay tak gentar dan
mengindahkan segala macam resiko demi sang pacar tercinta.
Sesuatu yang yang diputuskan
tanpa rencana dapat menghasilkan bencana. Dan sekarang umay sedang
menghadapinya. Bencana dalam hidupnya. Judul TA-nya mendatangkan bencana
dikarenakan umay gak mengerti sama sekali dengan judul tersebut. Umay gak
mengerti bagaimana mengidentifikasi sebuah naskah kuno yang sulit terbaca
dengan program MATLAB kemudian diimplementasikan kedalam bahasa Java. That’s make
his head blow like explosure mount.
Umay bukan tipe pejuang yang
pantang menyerah. Motto hidup umay yang diambil dari sountrack film kungfu
panda “every body is kung fu fighting” selalu menguatkannya. Otak umay terus
berputar menemukan cara mengatasi masalah TA dalam hidupnya. Ketika awan gelap
menutupi pikiran umay, secercah cahaya muncul dibalik awan hitam. Dosen pembimbing
yang sering disebut doping memberikan arahan untuk bertanya kepada teman –
teman seangkatan umay yang telah lebih dulu bersenggama dengan judul TA seperti
umay. muncullah nama – nama yang begitu familiar ditelinga umay yaitu midun,
dudus dan dayat. Ketika nama tersebut merupakan rekomendasi dari doping umay,
bahkan doping umay langsung menitahkan kepada ketiga orang tersebut untuk
membantu umay. alangkah senang hati umay hari itu, begitu tau bahwa ketiga nama
tersebut adalah teman angkatan sekaligus teman dekat umay sendiri.Dan ketiga orang yang menerima titah langsung itu
pun menyanggupi titah tersebut tanpa tau kejadian buruk apa yang bakal terjadi
*****
“lah
ini abstrack yang tadi kita buat mana, koq dah gak ada” dudus bertanya dengan
ekpresi heran seperti herannya melihat eyang subur yang masih subur meski sudah
uzur
“tadi
umay, close trus waktu ada bacaan yes atau no. umay klik no” umay menjawab
tanpa rasa penyesalan
*****
Previous day
Ting, tong, ting, tong nada SMS ponsel
dudus . Dudus terbangun dari tidurnya lalu melihat siapa yang SMS. Terlihat dilayar
smartphone hasil warisan ibunda tercinta dudus, nama umay.
“what
the f**k. umay SMS lagi” dudus berguman dalam hati
Hampir seminggu dudus dan umay
selalu bersama demi bersenggama dengan TA umay. pagi siang malam mereka bersama
bahu membahu mengerjakan TA umay. pada dasarnya bukan bahu membahu melainkan
dudus membabu. Karena hampir semua isi TA umay, dudus yang mengerjakan. Umay hanya
mengikuti arahan untuk menulis isi TA kemudian konsultasi dengan doping, jika
ada revisi dari doping, umay mendatangi dudus kemudian dudus memeras otak
mengerjakan revisi yang diberikan. Dan umay hanya menunggu instruksi dari
dudus. Awalnya dudus tak pernah sebabu ini. Dudus memberikan arahan dan
gambaran kepada umay untuk kemudian arahan dan gambaran tersebut diharapkan
mampu dicerna oleh umay untuk dituangkan kedalam sebuah tulisan yang ilmiah. Namun
apa mau dikata, dari awal umay memang gak mengerti dengan isi TA-nya. Umay hanya
mengejar satu tujuan “Sarjana”. Berulang kali umay bertanya dan bertanya. Bahkan
pertanyaan yang sama sering diajukan. Kesabaran dudus pun habis kemudian tanpa
tedeng aling-aling dudus mengerjakan apa yang menjadi masalah umay sendiri.
“dudus
lagi dimana” begitu isi SMS umay
“lagi
dirumah” singkat dan jelas balasan dari dudus
“kita
ketemu di kafe deket kampus jam 8 ya”
“OK”
Sekilas terlihat seperti dua
sejoli yang janjian kencan. Maklumlah seminggu selalu bersama tanpa sadar
chemistri itu mulai terbangun. Ya walupun terkadang kesabaran dudus sering di
uji. Dan kali ini kesabaran daus amat sangat diuji
Bersambungg....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar